Kabar buruk bagi gamer yang menunggu Nintendo Switch 2. Konsol generasi terbaru Nintendo yang dijual seharga USD 449,99 (sekitar Rp 7,5 juta) terancam mengalami kenaikan harga akibat krisis pasokan DRAM global. Apakah Nintendo bisa menahan tekanan biaya produksi, atau konsumen harus rela merogoh kocek lebih dalam?
Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab potensi kenaikan harga Switch 2, respons resmi Nintendo, dan apakah ini masih menjadi konsol yang worth it untuk dibeli saat launch.
Apa Itu Nintendo Switch 2?
Nintendo Switch 2 adalah konsol hybrid generasi terbaru dari Nintendo yang diumumkan secara resmi pada 16 Januari 2025. Mengusung desain yang lebih besar dari pendahulunya, Switch 2 hadir dengan Joy-Con magnetik yang lebih modern dan layar LCD berukuran 7,9 inci dengan resolusi 1080p dan dukungan 120Hz refresh rate.
Konsol ini rencananya rilis worldwide pada 5 Juni 2025 dengan game launch title utama Mario Kart World. Nintendo menargetkan Switch 2 sebagai penerus Switch original yang telah terjual lebih dari 150 juta unit.
Mengapa Harga Switch 2 Bisa Naik?
1. Krisis Kelangkaan DRAM Global
Menurut laporan dari Gizmochina yang dikutip ANTARA News, Nintendo tengah menghadapi tekanan biaya produksi akibat kelangkaan pasokan DRAM. DRAM merupakan komponen krusial dalam hampir semua perangkat elektronik modern, termasuk konsol game.
Krisis ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan chip memori secara global, ditambah keterbatasan kapasitas produksi. Akibatnya, harga komponen DRAM naik drastis, membebani biaya produksi Switch 2.
2. Biaya Produksi yang Terus Membengkak
Selain DRAM, biaya produksi komponen lain juga mengalami kenaikan. Nintendo kini mempertimbangkan untuk menyesuaikan harga jual Switch 2 jika tekanan biaya terus berlanjut.
Harga USD 449,99 atau sekitar Rp 7,5 juta yang dipatok saat launch dinilai sudah tidak sustainable dalam jangka panjang.
3. Respons Presiden Nintendo: Furukawa Beri Jaminan
Shuntaro Furukawa, Presiden Nintendo, memberikan pernyataan menenangkan. Dilansir Suara.com, Furukawa mengungkapkan bahwa Nintendo telah “menimbun sejumlah komponen” sebelum lonjakan harga terjadi.
Strategi stockpiling ini memberikan Nintendo jeda waktu beberapa bulan untuk mengamankan pasokan komponen dengan harga lama.
Mario Kart World: Launch Title yang Dinanti
Meski ada isu harga, hype untuk Switch 2 tetap tinggi berkat Mario Kart World. Game balap terbaru ini akan rilis 5 Juni 2025 bersama konsol.
Nintendo baru saja merilis update gratis versi 1.5.0 yang menambahkan fitur baru: mode Knockout Tour dengan team race. Pemain kini bisa berkompetisi dalam tim via online play.
Apakah Masih Worth It Beli Switch 2?
Jawabannya bisa jadi ya, dengan catatan:
- Jika kenaikan harga masih wajar (di bawah Rp 8 juta), Switch 2 tetap menawarkan value solid dengan game first-party Nintendo.
- Upgrade teknis signifikan (layar 120Hz, Joy-Con magnetik) membuatnya maju jauh dari Switch original.
- Eksklusivitas Mario Kart World tidak bisa ditemukan di platform lain.
Namun, jika kenaikan drastis (di atas Rp 9 juta), mungkin lebih bijak menunggu bundle promo atau price drop pertama.
Kesimpulan
Nintendo Switch 2 terancam naik harga akibat krisis DRAM global. Meski Presiden Nintendo Furukawa menjamin stok komponen existing, kenaikan harga mungkin tidak terhindari jika krisis berlanjut.
Bagi yang sudah menabung, beli di launch (5 Juni 2025) mungkin lebih aman daripada menunggu harga naik. Apapun keputusanmu, pastikan terus monitor perkembangan harga Switch 2 dari Nintendo Indonesia.
Rencana beli Switch 2 di launch? Bagikan strategimu di kolom komentar!

